Selasa, 01 Februari 2011

Everything’s Pink


Allyssa  is obsessed with everything in pink colour.  Pink is also the first colour she was recognised and able to mention. Gw bukan pencinta warna pink. Bahkan waktu hamil dan tau bakal punya anak perempuan, gw tidak tertarik buat beli barang-barang in pink colour.  Tapi allyssa bukan main senengnya dengan warna ini. Mau ga mau gw ikut mengakomodir keinginannya akan pinky stuffs. 

Kalo lagi kambuh, dia mau semuanya pink. Baju pink, sepatu pink, buku cerita pink, bando pink, bantal pink, dll. Bahkan ada beberapa baju yang dia berkeras ga mau di ganti, karena warnanya pink.  Suatu kali gw dan allyssa mainin animals figurine yang gw beliin di elc. Tau tau dia mengambil figurine kecil bewarna pink dan berkata ke gw “liat mama, babi pink! Agus yahh!”. Dan babi pink kecil itu selalu jadi favorit dia sampe sekarang.
Beberapa waktu yang lalu gw menemukan buku-buku cerita mungil yang belum pernah gw baca dengan dia. Gw ingat beli buku itu di jakarta, beberapa buku untuk balita denagn macam-macam karakter mulai dari kucing, anjing, kelinci, kambing, kuda, babi. Dan tebak, apa favoritnya allyssa? Yapp, cerita tentang babi pink yang nakal dan sering dimarahin mamanya. Setiap malam sebelum bobo’ allyssa bakal protes “ayo baca babi pink, mama”, “dimana ya babi pink aica?”. Haduh...kenapa juga binatang yang warnanya pink mesti babi ya?
Salah satu pinky stuff favorit allyssa yang lain adalah boneka mini mouse kecil yang bertopi pink dan berbaju pinky polka dot. Mini mouse-nya sendiri sih item banget. Awalnya gw ga minat beli boneka mini mouse itu. Ceritanya hari itu gw ngajak allyssa belanja di indomaret deket rumah. Nnah di bagian mainan anak-anak gw berhenti, melihat-lihat mobil-mobilan truk dan traktor, menimbang-nimbang mana yang bakal gw beli. Soalnya gw pengen allyssa dan audra ga cuma main mainan cewek doank. Maksudnya sih mau mulai ngajarin kesetaraan gender sejak dini hehehe...selain supaya mereka juga tahu ada berbagai jenis kendaraan. Trus gw mengambil truk di tangan kanan dan traktor di tangan kiri sambil bertanya ke dia:
Gw : “ allyssa mau mobil yang mana?”
Allyssa: “aica ga au”
Gw: “kan mobilnya bagus sa, lihat bisa naik turun ngangkut tanah. Yang ini aja ya?”
Allyssa: “gak. Aica ga au”
Gw: “jadi allyssa mau yang mana donk?”
Allyssa: “au yang ini, agus ma..” (sambil mengambil boneka mini mouse dan menggendongnya”
Haduh....another pinky stuff dah. Dan karena gw menghormati pilihan dia, boneka mini mouse itupun di bawa pulang ke rumah dan resmi jadi milik allyssa.
Masalahnya, audra juga ternyata suka dengan boneka itu. Awalnya ga masalah, karena mereka masih bisa di bujuk supaya main bergantian. Tapii..pada suatu hari ketika gw pergi kerja, mereka ribut bertengkar berebut boneka mini mouse itu. Based on eyang nini story (hiks, gw ga ada di TKP), pada pagi itu audra dengan mesranya menggendong boneka mini mouse sambil di suapin makan. Tiba-tiba allyssa datang dan ngerebut bonekanya. Dan....yaaah begitulah. Sempet tarik-tarikan yang dimenangkan oleh allyssa, saling teriak marah dan ujung-ujungnya dua-duanya nangis tersedu sedan. Eyang nininya nyerah deh, langsung nyuruh pengasuhnya audra beli mini mouse baru di indomaret. Gw dikabarin setelah insiden tersebut mereda.
Sebenernya gw rada ga setuju, masa punya 2 mainan yang sama persis seh. Dan lagi anak-anak gw perlu belajar saling mengalah nih, mereka kan bisa main gantian. Tapi ternyata....kayaknya gw salah. Allyssa dan audra emang bener-bener suka dengan boneka mini mouse itu. Di waktu yang bersamaan mereka masing-masing pegang dan main dengan si mini masing-masing. Yaahh...selera mereka ternyata ga jauh beda. Apa boleh buat, tapi untuk mainan lain, gw masih berharap mereka bisa saling mengalah dan main bergantian.
Ga tau kapan nih, masa-masa pinky bakal berakhir. Atau jangan-jangan malah berlanjut ke audra ya? Soalnya audra juga udah mulai keliatan beda-beda tipis nih sama allyssa. Dan udah mulai bisa bilang “pink, pink” gitu, walaupun gw ga terlalu yakin dia udah paham warna. Soalnya, warna apapun yang ditanya jawaban dede’ audra selalu sama “Pink!”.  Hiyaaaaa......