Ini konyol sebenernya, but I couldnt help it and I just want to write about it.
Berawal dari kekhawatiran gw karna Allyssa dan Audra belum bisa mengucapkan huruf R secara baik dan benarrrrr, maka tadi siang browsing lah gw di atas mobil. Dan, as always ada lumayan banyak tips yg tersedia, walaupun yg gw inget dan bakal terapin cuma satu, yaitu melatih anak2 buat mengucapkan kata HU, sambil kemudian menghembuskan nafas lewat mulut, untuk menyebutkan kata HURrrrrrrrruf.
Diatas mobil, gw ngobrol dengan si Agung yang cerita kalo ada salah satu sejawat gw yang buka cafe di bandung yang laris manis. Bikin gw jadi kepengen punya usaha sampingan.
Nyampe rumah, gw baca ulang komik kesayangan gw, topeng kaca. Udah lama ga baca komik, entah kenapa mendadak kepengen. Dan seperti biasa, Maya dan Masumi sukses bikin gw lupa waktu.
Malemnya, gw nonton episode terakhir Jang Ok Jung, dimana si Ok Jung dihukum minum racun dan tewas dalam pelukan raja Sukjong (Halahhhh).
And all of those drama and info lead me to a strange dream tonight. A dream that a little bit mix up with the past that I intend to forget. There's no need to tell about that in detail. Because, a dream is just a dream and it stays only as a dream. When I woke up, I shook my head and laughed at it.
I never want to remember about that, but it seems the more I want to forget about it, it continues to appear and hop in my head. Maybe I need a little bit effort to stop that re-appear again.
And while writing about it, another memory has entered my mind. A memory of me, sitting in the front row of the class, watching Nila singing a song on her first day as my junior.
.....
Melambung jauh, terbang tinggi bersama mimpi
Tenggelam dalam lautan emosi
Setelah aku sadar diri kau tlah jauh pergi
Tinggalkan mimpi yang tiada berarti...